Bab 1
A. Pendidikan yang diharapkan
Terlepas dari permasalan pihak mana yang paling
bersalah dalam hubungan dan kondisi dan hasil pendidikan kita, yang penting,
yang penting bagaimana kita mengusahan agar pendidikan berguna bagi kehidupan
manusia, sehingga murid-murid disekolah merassa sesuai dan tidak merasa perpisah dari masyarakat dan
lingkungannya.
Dengan adanya kenyataan itu john dewey ingign
mengubah situasi semacam itu dengan jalan:
1.
Memberi
kesempatan kepada murid untuk belajar secara perorangan.(individually learning)
2.
Memberi
kesempatan kepada murid untuk belajar dari pengalaman. (learning by
experiencing).
3.
Menberi
motivasi, dan buka perintah. Ini berarti memberikan tujuan yang dapat
menjelaskan arah kegiatan belajar yang merupaan kebutuhan pokok anak didik.
4.
Mengikutsertakan
murid dalam setiap aspek kehidupan sekolah (mencakup: pengajaran, administrasi
dan bimbingan.
5.
Menyadarkan
murid bahwa hidup itu dinamis. Kerena itu murid harus dihadapkan dengan dunia
yang selalu berubah dengan kemerdekaan beraktivitas, dengan orientasi kehidupan
masa kini.
Sistem pengajaran lama seperti “sistem drill” pengajajaran melalui
hafalan yang verbalistis serta aktivitas-aktivitas belajar mekanis dikelas,
seharusnya tidak diterapkan lagi.
kaidah penting bagi pendidikan
indonesia, yaitu:
1.
negara kita
berdasarkan pancasila yang merupakan pandangan hidup bangsa indonesia.
pendidikan sebagai tanggung jawab keluarga, masyarakat dan negara, berdasarkan
pandangan hidup bangsa yang menjunjung asas demokrasi. dalam hubungan itu, maka
dalam batas-batas tertentu demokratisasi di bidang pendidikan diharapkan dapat
diakui dan dilaksanakan. demokrasi dalam pendidikan sangat diharapkan untuk
diterapkan, teristimewa dalam proses belajar mengajar disekolah.
2.
seiring dengan
harapan yang pertama di atas, maka pendidikan hendaknya berlaku secara
psikologis. hal ini disebabkan karena pendidikan diselenggarakan untuk peserta
didik. jadi dalam pendidikan, perhatian
utama ditunjukan kepada peserta didik. setiap aspek pelayana pendidkan
diperuntukan bagi terwujudnya aktivitas belajar pada anak didik. demi
terwujudnya aktivitas belajar yang efektif, maka pendidikan hendaknya psikologis.
pendidikan yang psikologis dalam arti bahwa, pendidikan itu berorientasi kepada
sifat dan hakikat anak didik sebagai manusia berkembang.
B. Psikologi dalam Pendidikan
cara belajar gestalt adalah adanya kecenderungan
pelaksanan aktivitas belajar secara mekanis dan tidak munanistis. dengan kata
lain, ada kekhawatiran akan diabaikannya psikologi dalam pendidkan.
pendidkan seharusnya mempunyai kreasi-kreasi baru di
sepanjang waktu dengan berorintasi kepada sifat dan hakikat anak didik.
apabila kita meneliti dunia pendidikan dalam
praktek, masih banyak kita menjumpai guru-guru yang beranggapan, bahwa
pekerjaan mereka tidak lebih dari menumpahkan air kedalam botol kosong. guru
yang benar-benar dapat berhasil adalah guru yang menyadari bahwa dia mengajarakan
sesuatu kepada manusia-manusia yang berharga dan berkembang. denga bekal
kesadaran semacam itu dikalangan para pendidik hal itu sudah memberikan harapan
agar guru-guru menghormati pekerjaan mereka sebagai guru. pekerjaan guru lebih
bersifat psikologis dari pada pekerjaan seorang dokter, insinyur, atau ahli
hukum. untuk itu, guru hendaknya mengenal anak didik serta menyelami kehidupan
kejiwaan anak didik di sepanjang waktu. guru hendaknya tidak jemu dengan
pekerjaannya, meskipun dia tidak dapat menentukan atau meramalkan secara tegas
tentang bentuk manusia yang bagaimanakah yang akan dihasilkan dikelak
dikemudian hari. ini menjadi kenyataan, bahwa guru tidak pernah mengetahui
hasil akhir dari pekerjaannya.
sekolah yang menekankan disiplin ketat terhadap murid
dikelas serta menjadikan displin sebagai alat vital untuk menyampaikan bahan
pelajaran kepda murid-murid, maka sekolah semacam itu belum memberi tempat
terhormat terhadap psikologi dalam pendidikan.
Bab II sifat dan hakikat kejiwaan manusia
menurut John Amos Comenies, manusia mempunyai tiga
komponen jiwa yang menggerakan aktivitas raga, yaitu : saraf pertumbuhan,
perasaan, dan intelek. karena itu manusia mempunyai tiga sifat dasar, yaitu:
- 1) sifat bologis (tumbuh-tumbuhan); sifat ini telah membuat manusia tumbuh secara alami dengan prinsip-prinsip biologis dengan menggunakan lingkungannya.
- 2) sifat hewani; dengan adanya perasaan-perasaan hakiki, manusia mengalami desakan-desakan internal untuk mencari keseimbangan hidup. melalui peralatan indranya,manusia menjadi sadar dan menuruti keinginan-keinginan dan seleranya.
- 3) sifat intelektual; dengan sifat ini, manusia mampu menemukan benar atau salahnya sesuatu, dapat membedakan baik dan buruknya objek, serta dapat mengarahkan keinginan dan emosinya. sifat intelektual manusia inilah yang membedakan manusia dari makhluk-makhluk lain. dengan adanya sifat intelektual ini, manusia dilebihkan derajatnya dari makhluk-makhluk lain.
p
Pustaka: Soemanto wasti. Psikologi pendidikan.jakarta.2006
Komentar
Posting Komentar